Seberapa Penting Penggunaan Unique ID di Construct 2/3 ?

Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas seberapa pentingkah penggunaan UID di Construct 2/3.

Pertama-tama kita cari tahu dulu apa itu UID? Menurut situs resminya, UID atau Unique ID merupakan sebuah kode unik yg membedakan setiap objek yang ada di construct. UID ini berupa nomor yg dimulai dari 0 dan akan terus bertambah 1 seiring objek baru ditambahkan.

Permasalahan

UID ini sering digunakan karena ke-praktisannnya. Kita ambil contoh jika kita mau membuat sebuah form login, paling sedikit yang kita butuhkan adalah 2 buah textbox, yaitu untuk username dan password. Untuk efisiensi, kita hanya menambahkan 1 buah Textbox ke project lalu meng-copy paste nya menjadi 2. Bedakan keduanya dengan isi placeholder yang berbeda.

construct 2 uid

construct 2 unique id

Untuk mengambil kedua nilai diatas terdapat berbagai macam cara, salah satunya yaitu menggunakan UID yang kita bahas diatas. Cukup lihat UID dari kedua textbox diatas dan kita pakai kondisi Pick by Unique ID maka kita akan mendapatkan nilai yang kita inginkan secara akurat.


Cara diatas sangat bisa dilakukan karena sistem akan memilih terlebih dahulu textbox dengan UID yang sesuai lalu melakukan action disebelah kanan nya.

Namun, taukah kamu kalau ternyata Unique ID ini dapat tiba-tiba berubah tanpa sepengetahuan kita?

Hal tersebut terbukti ketika saya sedang mengerjakan salah satu proyek yang terbilang cukup besar. Jumlah objek yang ada lebih dari 200 dan UID yang terbuat sekitar 2000+ (karena memang terdiri dari banyak level). Saat itu saya sedang melakukan testing seperti biasa dan ntah mengapa beberapa button yang semula berfungsi mendadak tidak berfungsi.

Setelah cek sana sini tidak ada logika yang salah, sampai akhirnya saya cek kondisi saat menekan button nya, disana ada kondisi Pick by Unique ID dengan value sekian, dan ketika saya cek objek tersebut pada layout ternyata button yang dimaksud tidak memiliki Unique ID tersebut!

Saya pun segera merubah kondisinya menjadi Unique ID yang ada pada button, namun setelah dipikir-pikir dan takut akan terjadi hal yang sama saya pun mengubah logika kondisi nya.

Solusi

Sebenarnya ada banyak cara untuk mengakali permasalahan diatas, salah satu nya yang paling mudah (dan jangan ditiru) adalah membuat objek yang sama berulang-ulang, misalnya seperti gambar dibawah ini :

Sebenarnya kalau untuk textbox tidak terlalu masalah, yang jadi masalah adalah jika objek nya berupa sprite, jika sprite yang sama/sifatnya hampir sama di copy-paste dengan tujuan diatas itu baru masalah.

Solusi lain yang lebih baik adalah dengan menambahkan instance variable. Misalkan kita tambahkan instance variable bernama tipe dan mengisi value yang berbeda di setiap textbox.

construct 2 unique id

Cara diatas relatif lebih aman jika dibandingkan dengan 2 cara sebelumnya.

Kesimpulan

Penggunakan kondisi Pick by Unique ID sebenarnya sah sah saja namun harap perhatikan berbagai risiko yang akan datang. Jika memang dikira akan aman-aman saja sih tidak apa-apa, namun jika khawatir hal yang saya alami juga terjadi pada kalian, lebih baik ubah kondisi Pick by Unique ID sesuai solusi diatas.


NB : Sampai saat ini saya belum menemukan penyebab mengapa UID yang ada pada project saya berubah, jika nanti saya menemukan penyebabnya atau jika kalian tahu penyebabnya silahkan komentar di post ini dan akan saya update.

3 Cara Install Plugin Cordova

Salah satu komponen yang dibutuhkan agar game yang kita buat sesuai dengan yang kita harapkan adalah plugin. Plugin ini wajib hukumnya untuk sebagian 3rd party plugin di construct.

Nah, kali ini saya akan membagikan cara-cara apa saja untuk menginstal plugin di cordova.

1. Install via NPM

Cara ini merupakan cara paling umum digunakan. Dan saya lebih menyarankan untuk menggunakan cara ini, karena selain mudah, cara ini juga menjamin bahwa versi plugin yang terinstall adalah versi paling terbaru.

Untuk perintahnya cukup ketikkan :

cordova plugin add nama-plugin-nya

sebagai catatan, cara ini hampir selalu ada pada bagian “How To Install Plugin”, kita ambil contoh cordova plugin file (https://www.npmjs.com/package/cordova-plugin-file).

2. Install via Github

Cara ini hampir sama dengan cara pertama, hanya saja berbeda source.

Sama dengan cara pertama, dengan cara ini kamu akan mendapatkan plugin dengan versi paling baru. Untuk perintahnya :

cordova plugin add alamat-github-plugin.git

Kita ambil contoh plugin file (https://github.com/apache/cordova-plugin-file), itu berarti perintahnya menjadi :

cordova plugin add https://github.com/apache/cordova-plugin-file.git

[alert-warning]Untuk menggunakan cara ini, kamu perlu menginstall Git for Desktop terlebih dahulu.[/alert-warning]

3. Install secara lokal

Cara ini merupakan alternatif dari kedua cara diatas. Syaratnya yaitu kamu harus memiliki source code dari plugin yang akan diinstal.

Kamu bisa mendapatkan source code plugin dari mana saja, misalnya dari github.

Setelah didownload dan di ekstrak, kamu hanya perlu mengetikkan

cordova plugin add /lokasi/plugin/nya/

Tapi ingat, dengan cara ini bisa saja plugin yang terinstall bukan versi paling baru, karena bisa saja 1 hari setelah kamu download, ternyata ada update versi terbaru.

Oh iya, cara ini terkadang saya lakukan untuk menginstall plugin yang memang harus dikonfigurasi terlebih dahulu. Misalnya, untuk plugin appodeal yang memang harus dikonfigurasi terlebih dahulu agar dapat berjalan dengan google play game (tutorial menyusul).

Sekian tutorial cara menginstall plugin di cordova. Semoga bermanfaat!

Mengatasi Local Build Error : Could not find an installed version of gradle

Dikarenakan cukup banyak yang mengalami error : could not find an installeed version of gradle blabla… maka pada kesempatan kali ini saya akan bagikan cara untuk mengatasi error tersebut.

Sesuai yang tertulis diatas, penyebab error nya adalah karena belum menginstall gradle ATAU android studio. Namun, ada pula yang sudah menginstall android studio tapi dapet error itu, padahal di android studio sudah include gradle. Kenapa ya?

Pastikan Gradle/Android Studio telah terinstall

Bagi kamu yang memang belum menginstall baik Gradle ataupun Android Studio, kamu perlu menginstall salah satunya terlebih dahulu.

(Klik disini untuk mendownload Android Studio) atau (Klik disini untuk mendownload Gradle).

Saya lebih menyarankan untuk menginstall Android Studio nya. Karena Android Studio memungkinkan kita untuk mengedit2 project kita sebelum di build menjadi APK.

Selain itu, dengan menginstall Android Studio, kamu bisa mengoptimasi file APK seperti yang ditulis di tutorial ini.

Untuk beberapa pc perlu men-setting PATH untuk gradlenya. Caranya sama seperti yang saya bahas pada tutorial sebelumnya.

Name Value
GRADLE_HOME  (lokasi_gradle_setelah_diexport)

Solusi : Edit file check_reqs.js

source : https://stackoverflow.com/questions/44305133/error-could-not-find-an-installed-version-of-gradle-either-in-android-studio-o

Buka file check_reqs.js yang berlokasi di \FolderProjectCordovaKamu\node_modules\cordova-android\bin\templates\cordova\lib

Lalu edit dengan text editor mu, lalu tambahkan baris :

return 'D:\\Android\\sdk\\gradle\\gradle-3.2\\bin\\gradle';

Sebelum baris

if (androidStudioPath !== null && fs.existsSync(androidStudioPath)) {
 var dirs = fs.readdirSync(androidStudioPath);
 if(dirs[0].split('-')[0] == 'gradle') {
  return path.join(androidStudioPath, dirs[0], 'bin', 'gradle');
 }
} else {
  //OK, let's try to check for Gradle!
  return forgivingWhichSync('gradle');
}

[alert-note]Sesuaikan value nya dengan lokasi gradle kamu[/alert-note]

Bagaimana? apakah berhasil atau masih error? Jika masih error, beritahu saya di kolom komentar dibawah ini, atau kamu tahu solusi lain? Jangan sungkan untuk memberi tahu nya disini, nanti saya update post an nya. Berbagi itu indah 😀

Build APK Secara Lokal – Instalasi Cordova dan Pembuatan Project

Setelah berhasil menginstal Node.js, kita akan bermain-main sedikit dengan console/command prompt. Mengapa? Karena kita akan menggunakan aplikasi/tool yang bernama Cordova CLI (command line interface) intinya sih kita ga akan banyak klik ini klik itu, kebanyakan nya ngetik.

[alert-note]Oh iya, dikarenakan pada tutorial sebelumnya kita telah mengedit-edit System Variables, maka agar ada efeknya, kamu harus me-restart komputer terlebih dahulu.[/alert-note]

Continue reading “Build APK Secara Lokal – Instalasi Cordova dan Pembuatan Project”

Build APK Secara Lokal – Konfigurasi Android SDK

Untuk membuat android package (apk), kita membutuhkan Android SDK (Software Development Kit). Android SDK mencakup seperangkat alat pengembangan yang komprehensif. Android SDK terdiri dari debugger, libraries, handset emulator,dokumentasi, contoh kode, dan tutorial.

Pada tutorial ini kita akan menginstall Android SDK yang sudah di bundle dengan Android Studio. Namun, jika kamu hendak menginstall Android SDK nya saja juga tidak apa. Kita akan membutuhkan Android Studio untuk mengedit-edit script dan mengkonfigurasi project ke depannya.

Instalasi Android Studio + SDK

Pertama-tama kunjungi Link berikut. Klik Download Android Studio.

Klik “I have agree…” lalu Download Android Studio for Windows.

Setelah berhasil di download, Double klik untuk menginstall, install seperti biasa. Pada tampilan berikut, pilih semua komponen.

Kemudian pada tampilan berikut set lokasi untuk Android SDK di tempat yang mudah (kalau bisa jangan default atau di appdata).

Setelah itu klik Next dan Finish sampai selesai.

Konfigurasi Android SDK

Sama seperti konfigurasi JDK, kita akan mengedit PATH Variables. Buka kembali tampilan Environment Variable seperti pada tutorial sebelumnya.

Lalu tambahkan %ANDROID_HOME%\tools;%ANDROID_HOME%\platform-tools; di akhir PATH pada User Variables dan System Variables.

Setelah itu klik New pada System Variables dan tambahkan nilai berikut:

Name Value
ANDROID_HOME D:\Android\SDK

[alert-note]Value <D:\Android\SDK> disesuaikan dengan lokasi Android SDK kamu.[/alert-note]

Selesai

Konfigurasi Android SDK selesai, kamu bisa melanjutkan tutorial ini.